You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
KI DKI - UBL Bersinergi Gelar Seminar
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Mahasiswa UBL Diedukasi Keterbukaan Informasi Publik

Jajaran Civitas Akademika Universitas Budi Luhur (UBL), Kamis (25/9), diedukasi tentang penting keterbukaan informasi publik (KIP) untuk mewujudkan Jakarta yang demokratis.

"Informasi adalah mata uang demokrasi."

Kegiatan hasil kolaborasi dengan Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta ini dikemas dalam bentuk seminar bertema “Peran Akademisi dalam Mengawal Keterbukaan Informasi Publik di Provinsi DKI Jakarta”

KI - PPID DKI Gelar Seminar Transformasi Media dan Tantangan KIP

Wakil Ketua KI DKI Jakarta, Luqman Hakim Arifin mengatakan, KIP merupakan amanat konstitusi dan salah satu tujuan bernegara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Informasi adalah mata uang demokrasi. Bila akses informasi ditutup, masyarakat akan sulit maju dan demokrasi kehilangan daya kontrol,” ujar Luqman.

Ia juga mengajak civitas akademika UBL untuk terlibat aktif mengawal KIP. Mahasiswa, katanya, bisa menguji keterbukaan badan publik, melakukan riset hingga meneliti peran instansi di Jakarta.

"Kami senang mendapat tambahan amunisi tenaga muda untuk mengawal keterbukaan informasi,” paparnya.

Komisioner KI DKI bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi (ESA), iFerid Nugroho menambahkan, pentingnya membedakan antara informasi umum dan informasi publik.

“Siapapun bisa memberi informasi, tetapi informasi publik adalah informasi yang dikelola, didokumentasikan, dan disimpan oleh badan publik," ucapnya.  

Sementara Deputi Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur, Deni Mahdiana mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pihaknya dan KI DKI Jakarta.

Menurut Deni, pihaknya selalu menanamkan filosofi cerdas dan berbudi luhur, yakni kreatif, inovatif, serta tetap sopan tanpa menyakiti orang lain.

"Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi mahasiswa untuk berperan aktif mengawal keterbukaan informasi di Jakarta,” tuturnya.

Dekan Fakultas Komunikasi UBL, Rocky Prasetyo Jati menegaskan, seminar ini tidak sekadar agenda akademik, melainkan warisan intelektual bagi mahasiswa baru.

“ini adalah legacy untuk mahasiswa. Tidak hanya mengkritisi, tapi juga menghadirkan solusi demi kemajuan Jakarta,” tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6447 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3876 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye3200 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye3027 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1650 personFolmer